07 Jun 2021

FIB – Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang FIB Universitas Andalas menggelar podcast BIJU: Bincang Jurnalistik untuk pertama kalinya pada Senin, 25 Mei 2021. Podcast ini merupakan salah satu program kerja dari divisi jurnalistik Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang FIB Universitas Andalas yang biasa disebut Nigakkai.

Podcast BIJU ini juga merupakan bagian dari POKI (Podcast of Nigakkai). POKI adalah brand resmi dari Nigakkai dan dikelola oleh divisi Kominfo Nigakkai. Di dalam POKI, terdapat dua pembicaraan inti, yaitu membicarakan seputar Jurusan Sastra Jepang baik di lingkungan Universitas Andalas maupun di luar lingkungan Universitas Andalas dan seputar jurnalistik. Masing-masing dari pokok bahasan podcast tersebut terdiri atas beberapa episode.

Podcast kali ini dimoderatori langsung oleh salah seorang anggota divisi jurnalistik Nigakkai, Resni yang merupakan mahasiswi Sastra Jepang FIB Universitas Andalas angkatan 2019.

Dalam episode pertama BIJU, tema yang diangkat ialah “Tips Menulis Produk Jurnalistik” dengan kedua narasumber yang dianggap telah mahir serta berpengalaman di bidang jurnalistik.

Dua narasumber tersebut berasal dari jurusan dan fakultas yang berbeda, yaitu Yori Leo Saputra, mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Windri Riansyah, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Podcast ini diadakan secara online melalui panggilan suara antara narasumber dengan moderator.

Yori Leo Saputra telah banyak menulis produk jurnalistik di berbagai media, baik media dalam negeri maupun media luar negeri. “Hasil karya jurnalistik Bang Yori sudah beberapa kali terbit di media luar negeri,” ujar Resni selaku moderator podcast. Sementara Windri Riansyah, antusiasnya serta kerja kerasnya dalam menulis dan mempelajari jurnalistik banyak menuai rasa kagum dari kalangan mahasiswa Unand yang menggemari dunia jurnalistik karena Windri bukan berasal dari Jurusan Sastra, Bahasa, ataupun Ilmu Komunikasi.

“Awal mula saya terjun ke dunia jurnalistik bisa dikatakan ketika saya telah menginjak mata kuliah jurnalistik. Namun sebelumnya, saya juga pernah menulis tentang tulisan-tulisan di sekitar, tetapi belum sampai mendalami jurnalistiknya,” ujar Yori sebagai narasumber pertama.

Yori juga menambahkan bahwa ketika itu, tidak ada dosen memberikan tugas yang berbau jurnalistik sehingga Yori sendiri yang memiliki inisiatif meminta tugas jurnalistik kepada dosen agar nantinya mahasiswa terbiasa dalam menulis produk-produk jurnalistik. Sementara itu, Windri sebagai narasumber kedua mengatakan bahwa Windri mendapatkan pengetahuan baru tentang kebudayaan di lingkungannya serta keindahan alam sekitarnya dengan mempelajari, mendalami, dan menulis jurnalistik.

“Dengan jurnalistik, saya bisa lebih mengenal bagaimana budaya saya, bagaimana cara orang-orang di sekitar saya dalam bersosialisasi sehingga kita lebih paham tentang kebudayaan kita, terutama di kalangan anak muda,” tambah Windri.

Divisi jurnalistik Nigakkai menggelar podcast BIJU ini dengan tujuan ingin memajukan ilmu jurnalistik karena ilmu jurnalistik tidak harus dipelajari oleh mahasiswa Jurusan Sastra atau Ilmu Komunikasi saja, melainkan segala cabang ilmu atau jurusan memerlukan ilmu jurnalistik. Rencananya, divisi jurnalistik Nigakkai tak hanya mengadakan podcast untuk memajukan jurnalistik, tetapi juga akan diadakan acara Story Tellin. Nantinya, divisi jurnalistik Nigakkai akan membacakan cerita atau karya-karya baik karya dari mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand maupun karya dari mahasiswa selain dari Jurusan Sastra Jepang FIB Unand. Namun, lebih diutamakan karya-karya mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand.

 

Reporter: Miftahul Risqa Asmi, Editor: Lusi Andriani, Admin: Tri Eka Wira

25 Mei 2021

FIB – Dr. Nopriyasman, M.Hum., dosen Ilmu Sejarah FIB Unand menjadi salah satu pembicara dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Kesadaran Bela Negara Kemenko Polhukam pada 9 dan 10 Mei 2021 di Grand Zuri BSD City, Kota Tangerang Selatan dan dilakukan melalui daring. FGD tersebut membahas topik “Penelusuran Kembali Sejarah PDRI”.

Penyelenggaraan FGD ini bertujuan untuk memetakan kembali mata rantai sejarah PDRI yang masih menjadi misteri dan memberikan jawaban serta penjelasan terhadap hal tersebut guna melengkapi catatan sejarah perjuangan PDRI. Luaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini ialah tersusunnya dokumen sejarah PDRI dalam bentuk buku yang lebih lengkap sebagai referensi sejarah dan juga sebagai materi yang akan ditempatkan di Monumen PDRI.

Dr. Nopriyasman, M.Hum. dalam diskusi terbuka tersebut membahas hal-hal yang berkaitan dengan sejarah PDRI, seperti berbagai peristiwa dan kejadian bersejarah PDRI dan menyinggung sedikit persoalan kesadaran anak bangsa. “Mengisahkan PDRI ialah menemukan semangat dan pesan dari perjalanan PDRI. Kisah PDRI penuh dengan kumpulan ide-ide yang menginspirasi masa kini sehingga berguna dalam melihat kondisional hubungan berbangsa dan bernegara kontemporer.”

Selain melakukan penelusuran kembali sejarah PDRI, berbagai hal lain juga didiskusikan sebagai tindak lanjut dari rangkaian pembangunan Monumen Bela Negara (PDRI), seperti tata pamer dan pembuatan film sejarah PDRI.

Monumen PDRI akan dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 50 hektare dengan berbagai fasilitas, yaitu ruang pameran permanen, pameran temporer, auditorium, ruang administrasi, perpustakaan, ruang labor, ruang penyimpanan koleksi, ruang edukasi, pernak-pernik, masjid, toilet, parkir, TV, kursi tamu, AC atau kipas angin, lemari buku, dan fasilitas lainnya.

Disinggung mengenai penyajian ragam infromasi sejarah di Monumen PDRI, Dr. Nopriyasman, M.Hum. menambahkan, “Komunitas (pelaku sejarah) diberi kesempatan menghasilkan kisah sejarah kepada khalayak ramai dengan menampilkan foto-foto, tulisan atau benda-benda yang memuat kisah kesejarahan pada masing-masing tempat, khususnya daerah-daerah yang berperan dalam perjalanan PDRI yang ada di seluruh Indonesia dan dapat diakses melalui situs siber museologi untuk memperluas jangkauan penikmat sejarahnya.”

Dalam pembahasan tata pamer Monumen PDRI dalam menyajikan catatan-catatan kesejarahannya, disebutkan bahwa peninggalan sejarah yang ditampilkan haruslah asli dan konteks dalam penjelasan sejarahnya lebih luas. Nantinya, pameran mengenai kesejarahan PDRI di monumen tersebut akan dijadikan permanen dan sebagai pusat dari Monumen PDRI tersebut.

Ragam informasi sejarah akan ditampilkan di monumen ini berupa riset-riset kearsipan, penggalian, sejarah lisan, dan material lainnya yang didapatkan dari diskusi dengan sejarawan dan hasil penelitian komunitas. Semua itu nantinya dijadikan pameran publik berbentuk tangible.

Dikarenakan Monumen PDRI ini ditujukan untuk menambah wawasan anak bangsa maka monumen tersebut akan dirancang lebih modern, bersih, dan nyaman untuk dikunjungi.

Ketika ditanya persoalan klise yang biasa dilakukan oleh pengunjung monumen, yakni menyentuh sembarangan benda-benda bersejarah, Dr. Nopriyasman, M.Hum. menjawab, “Dalam rangka peningkatan interaksi pengunjung dengan benda-benda bersejarah, tentu ada yang dapat disentuh atau diraba oleh pengunjung. Namun, tentu juga ada benda-benda yang hanya bisa dilihat, misalnya melalui pajangan atau pun digitalisasi.”

Sementara itu, terkait film dokumenter, film ini nantinya diharapkan dapat menunjukkan gambaran pikiran dan penafsiran atas realitas perjalanan PDRI yang akan diperankan oleh aktor atau aktris tanah air. Proses pembuatan film ini sudah mulai berjalan yang dibantu oleh Yayasan Generasi Lintas Budaya.

Selain itu, pembuatan film dokumenter tetap dilanjutkan sebagai salah satu produk sejarah agar pesan-pesan historis dapat tersampaikan. Nantinya, film dokumenter ini akan ditampilkan oleh media televisi daerah dan nasional yang juga akan diabadikan di Museum Bela Negara.

 

Reporter: Fiora Trisyawalika Agvieni dan Fithriyah Amirah Karini, Editor: Lusi Andriani, Admin: Tri Eka Wira

24 Mei 2021

sumber foto: tribun sumbar

FIB – Jilannisa Hanifa, Mahasiswi Sastra Inggris atau biasa disingkat Sasing Fakultas Ilmu Budaya Unand menjadi pemenang dalam perlombaan Seiyuu (sulih suara) yang diadakan oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Perlombaan ini diadakan dalam beberapa tahapan. Tahapan pertama berupa pendaftaran sekaligus batas akhir pengumpulan video pada 25 Maret s.d. 14 April 2020. Lalu, pada 23 April 2021 diumumkan empat finalis yang lolos dari 200 peserta. Tahapan terakhir dilanjutkan dengan voting like terbanyak pada video yang diunggah di kanal YouTube sampai 30 April 2021. Pengumuman pemenang disampaikan pada minggu kedua Mei.

Perempuan yang biasa disapa Nisa ini menyampaikan bahwa informasi tentang lomba seiyuu (sulih suara) ini didapat dari teman. “Lomba ini merupakan jenis lomba yang baru pertama kali diadakan oleh Kedutaan Besar Jepang dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya atau bahasa Jepang melalui sulih suara di Indonesia. Perlombaan ini bisa diikuti perseorangan atau pun dengan grup (dua orang). Nisa mengikuti perlombaan dengan teman yang di Jakarta,” ungkap Nisa.

Dalam perlombaan ini, peserta diminta untuk membuat cerita dan naskah yang merupakan karangan sendiri.

“Naskah harus sesuai dengan tema yang diberikan tentang “Menuju Masa Depan”. Setelah itu, baru direkam dan digabungkan dengan video yang diberikan oleh panitia. Jadi, animasinya itu sudah disediakan oleh pihak penyelenggara, sedangkan yang dilakukan peserta adalah membuat script sesuai  tema dan video yang diberikan,” ujar Nisa.

“Awalnya Nisa bingung banget dengan naskahnya sampai h-2 deadline. Nisa bingung karena durasi video yang pendek itu bagusnya seperti apa dialog yang pas dan mencakup tema secara utuh. Ternyata, akhirnya Nisa berhasil juga menyelesaikan naskah dan dikumpul saat deadline. Nisa di awal mengikuti ini karena ingin memiliki pengalaman. Namun, semenjak lolos jadi finalis dan banyak yang mendukung, Nisa merasa tidak mau kalah dan ingin berjuang bersama teman-teman dan seluruh pihak yang sudah memberikan dukungan kepada Nisa,” Nisa menambahkan.

Dalam proses pembuatan naskah, Nisa teringat pada peribahasa, “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina.” Dari peribahasa tersebut, Nisa terinspirasi untuk membuat naskahnya.

“Naskah itu menceritakan tentang seorang pelajar yang mempunyai impian pergi keliling dunia untuk belajar ke luar negeri dan juga menambah ilmu demi mengembangkan tanah airnya tercinta. Walaupun orang-orang selalu meragukan si pelajar ini dan melontarkan kata-kata “mustahil,” tetapi dua tokoh utama dalam video animasi perlombaan ini tidak akan menyerah menggapai impiannya. Mereka terus maju untuk mewujudkan impian mereka,” terang Nisa.

Judul yang Nisa buat, yaitu “Ganbareba Dekiru” yang artinya jika bersungguh-sungguh dan terus berjuang, pasti bisa. Judul inilah yang menjadi semangat baru untuk Nisa agar tidak menyerah sampai akhir perlombaan.

Nisa bersyukur bisa menang dalam perlombaan ini setelah melewati proses yang begitu panjang dan menegangkan karena “like” yang kejar-kejaran dengan peserta lain.

“Nisa merasa mendapat pelajaran berharga lewat perlombaan ini, yaitu The Power of Friendship. Nisa terharu ketika semua orang jadi saling membantu Nisa. Mulai dari guru SD, SMP, sampai SMA jadi bisa bersilaturahmi lagi. Guru-guru Nisa waktu di sekolah juga sangat mendukung. Ditambah lagi teman-teman se-fakultas. Bahkan, keluarga besar yang di berbagai daerah jarang berkumpul, akhirnya kami jadi banyak berbicara dan saling bantu-membantu. Tentunya juga, dosen-dosen Unand banyak sekali yang mendukung, sampai Bapak WR3 juga sangat mendukung. Belum lagi teman Nisa di sosial media yang selalu mendukung J. Uchiha (name stage di dunia sulih suara) dengan voice acting semua saling membantu,” jelas Nisa.

Kemudian Nisa menambahkan, “Dulu, Nisa pernah bekerja di sebuah studio sebagai voice actor dengan gaji/bulan yang lumayan. Kliennya berasal dari luar negeri. Sekarang, Nisa bekerja sebagai seorang freelance yang dibersamai oleh manajernya dalam mengatur project yang masuk. Manajer yang nantinya mengabarkan Nisa kalau ada klien. Nisa juga tergabung dalam komunitas sulih suara dengan anggota dari berbagai daerah di Indonesia. Di samping itu, Nisa punya lingkaran pertemanan yang namanya VeinzField yang berisi voice actor dan beberapa staf yang selalu membantu. Mereka biasa membuat konten voice acting di YouTube, terkadang ada yang suka nyanyi juga, serta live streaming. Nisa mengaku bahwa dari dulu dia ingin menjadi seiyuu (voice actor) di Jepang.”

 

Reporter: Tzya Asradha, Editor: Lusi Andriani, Admin: Tri Eka Wira

20 Mei 2021

Foto : Foto bersama saat penyerahan Paket Sembako Lebaran dan THR di Ruang Dekanat FIB Unand

FIB – Dalam rangka menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan berbagi kebahagiaan oleh keluarga besar Dosen dan Tendik PNS di FIB Unand, maka pada Jum’at 7 Mei 2021 di Ruang Dekanat FIB Unand diserahkan paket sembako lebaran dan THR kepada Tendik Non-PNS dan CS.

Dalam kata sambutannya selaku Ketua Unit Sosial FIB Unand, Dra. Eva Najma, M.Hum., menyatakan Unit Sosial FIB ini pertama kali dibentuk pada Juli 2019 dan acara penyerahan distribusi sembako ini sudah berlangsung selama dua kali. “Ini yang kedua. Yang pertama tahun 2020, dan distribusi THR dan sembako ini hanya untuk CS saja, dan sekarang kita melebar santunan kita kepada Tendik Non-PNS dan CS,” ujar Dosen yang berasal dari Jurusan Sastra Inggris ini.

Dra. Eva Najma, M.Hum. juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur yang sudah menyumbangkan rezekinya dan berharap ke depannya kegiatan yang serupa terus berlanjut dan lebih meningkat lagi. Sebagai penutup dia menyampaikan, “Tujuan kegiatan ini juga untuk mengikat silaturahmi antara kita, dan saling berbagi sesama kita.”

Selaku Wakil Dekan II FIB Unand, Drs. Rumbardi, M.Sc., menambahkan kegiatan ini diinisiasi oleh Fakultas melalui Unit Sosial dan dikoordinasi oleh WD II. Adapun nama-nama Pengurus Unit Sosial ini sebutnya adalah Eva Najma, M.Hum., selaku Ketua, dan anggota lainnya adalah Seswita, M.Hum., Dr. Reniwati, dan Darni Enzimar, M.Hum. “Kegiatan rutin dari Unit Sosial adalah mengumpulkan dana secara rutin dari dosen dan tendik ke kas Unit Sosial dan itu gunanya untuk jika ada yang sakitm meninggal, dan kemalangan,” tukasnya.

Sebagai kata sambutan terakhir sebelum penyerahan paket sembako lebaran dan THR, Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si., berharap semoga selalu terjaga persaudaraan dan solidaritas antar sesama di FIB Unand. “Jangan lihat besar kecilnya tetapi lihat dari kedekatan hati,” katanya. Berlainan dengan pernyataan Ketua Unit Sosial sebelumnya, dia menyatakan ke depannya semoga segenap civitas akademika FIB Unand memiliki kemampuan semuanya dan FIB memiliki pemasukan yang besar sehingga bisa mensejahterakan orang-orang yang bekerja di FIB.

Humas: Ayendi, Admin: Tri Eka Wira

pornstar xxx tube
Huge Tittyfucking Creampie
moviesporno.biz double anal sex
porn video categories
adult porn videos
asian porn movies
briggi adventure in morocco Fucked In My Maid Outfit
xxx porn tube
hot porn tube
xxxteenhub.info
sextresss.xyz free porn video xvideosporn.club xssn.net hdxxxporn.club asianpornxxx.info
hotporntub.info freeporntix.info hubpornindian.info hotmomsteen.xyz nesaporns.xyz
xhaloporn.com xpornfly.com sexporndays.com
realpornfilms.com
sexmaxfree.xyz duvporno.org
toutpornxxx.org adultpornmovie.ws
hpornvideo.com xpornrelax.com
pornshares.com
xxxmobilporn.co
freepornvideosite.co sexporntubexxx.org freexxxvideosporn.net
sextresxxx.net
freexvideotubes.org
fastmobiporn.org
adultpornmovie.biz
thebestpornosite.net
sexporntubexxx.click

telexxxporn.click

bozpornxxx.click
freexxxvideosporn.click
pornvixxx.click
xxxsextresxxx.click

pornvixxx.com

telexxxporn.com
xxxsextresxxx.com
bozpornxxx.com

xxxvideostuber.com

hotoneporn.xyz

pornvidwatch.net

tweensexxx.com

sexmagporn.xyz

fastmobilesporn.com

sexporntubexxx.xyz

freexxxvideosporn.xyz

bozporn.xyz

tweensexxx.xyz
pornvixx.xyz telexporn.xyz akü takviye yol yardım
http://nesaporns.xyz
pornags.com pornkro.com pornaph.com hotwatchporn.com pornaindian.com
realpornhero.com pornindianx.net repornx.com watchporntubex.com fuckpornwatch.com enwatchporn.com
kids prayer dress kids prayer dress